RagamTafsir terkait Surat An-Nisa ayat 7. Dalam Tafsir Al-Wasith Grand Syekh Universitas al-Azhar Muhammad As-Sayyid Thanthawi (1347-1431 H/1928-2010 M) menjelaskan, ada tiga pendapat ulama yang berbeda. Pendapat pertama, menafsirkan Surat An-Nisa ayat 7 sesuai lahiriah teksnya sehingga mereka menafsirkan ar-rijal adalah laki-laki yang sudah
1Hadis+at+taubah+ayat+105 2 Surat almaidah ayat 48 3 Surat almaidah48 4 dalil+kitab+injil 5 dalil+kitab+zabur 6 Ad Dzariyat ayat 1 7 ISRA AYAT 110 52 Ahmad 53 Qur'an+Surat+almaidah+ayat+148 54 Hadis at taubah ayat 105 55 yunus 58 56 saba 16 57 Al Baqarah ayat 195 58 Tajwid+surat+al+anbiya 59 ali imran 31 60 gunung 61 surat al lukman ayat
TafsirSurat An-Nisa Ayat 24 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat An-Nisa Ayat 24 dengan text arab, latin dan artinya. Terdapat berbagai penafsiran dari para ulama tafsir berkaitan kandungan surat An-Nisa ayat 24, di antaranya seperti berikut: Dan diharamkan juga atas kalian menikahi wanita-wanita bersuami, kecuali wanita-wanita
Hukumtajwid pada kata di atas ada 3, yaitu ghunnah, mad shilah qoshiroh dan mad thobi'i. Ghunnah dalam surat An Nisa ayat ke 2 ini terjadi karena ada huruf nun di tasydid. Mad shilah qoshiroh karena ada Ha dlomir berharakat dlommah terbalik. Dan mad thobi'i karena ada huruf alif di fathah. حُوْبًا كَبِيْرًا
acRvn. Assalaamu’alaikum, Hallo Sobat pada artikel ini akan diuraikan hukum tajwid surat An Nisa ayat 11. Surah An-Nisa bahasa Arabالنسآء disebut sebagai surah An-Nisa karena kebanyakan hukum fikih yang disebutkan pada surah ini adalah berkaitan dengan kaum perempuan. Dari sudut pandang volume, surah An-Nisa termasuk sebagai di antara tujuh thuwal surah-surah panjang. Setelah surah Al-Baqarah, surah An-Nisa ini merupakan surah yang terbesar dalam Al-Quran. Kata nisa kaum perempuan digunakan lebih dari dua puluh 20 kali dalam surah ini dan kebanyakan hukum fikih yang disebutkan dalam surah ini adalah berkaitan dengan kaum perempuan. Karena itu surah ini disebut sebagai An-Nisa. Nama lain dari surah ini adalah Nisa Al-Kubra yang bermakna surah An-Nisa yang besar, sebagaimana surah al-Thalaq surah 65 Al-Quran, yang merupakan Nisa al-Sughrah atau Nisa al-Qushrah yaitu surah An-Nisa yang kecil. Surat An Nisa juz berapa Surah An-Nisa merupakan surah Madani dan bagi para pembaca Al-Quran Qurra, berada pada juz 4,5 dan 6 terdiri dari 176 ayat dan menurut para pembaca Al-Quran dari Suriah Syam terdiri dari 177 ayat. Adapun menurut para pembaca lainya, surah An-Nisa memiliki 175 ayat. Yang sahih dan masyhur di antara ketiga pendapat ini adalah pendapat pertama. Surah An-Nisa ini memiliki 3764 kata dan 16328 huruf. Surah ini dari sisi penyusunan, pengumpulan dan sesuai dengan urutan mushaf merupakan surah keempat Al-Quran dan sesuai dengan tertib pewahyuan surah An-Nisa adalah surah kesembilan puluh dua 92. Surah An-Nisa adalah surah yang keenam yang diturunkan di Madinah. Dari sudut pandang volume, surah An-Nisa adalah surah yang ketiga dari ketujuh surah thuwal panjang dalam Al-Quran. Setelah surah Al-Baqarah, surah An-Nisa merupakan surah yang terbesar dan mencakup kurang lebih 1/5 juz Al-Quran. Surah An-Nisa adalah surah pertama dari sebelas surah yang memulai khitabnya dengan redaksi umum, Wahai segenap manusia ya ayyuha al-nas.[wikishia] Hukum menerapkan kaidah ilmu tajwid ketika membaca Al-Quran adalah fardhu ain, sedangkan mempelajari teorinya termasuk fardhu kifayah. Pembahasan ini diterbitkan bertujuan untuk membantu umat Islam memahami hukum tajwid secara benar. Adapun prakteknya, setiap muslim dianjurkan untuk tetap belajar kepada seorang guru secara langsung. Pembahasan artikel ini mencakup hukum mad, hukum nun sukun/tanwin, hukum bacaan ra, ghunnah, qolqolah, alif lam serta haraf lin yang ada pada surat An Nisa. Sebelum menganalisa hukum tawidnya, mari kita baca surat An Nisa ayat 11 Arab dan latin beserta artinya dibawah ini. اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْمِ يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْۤ اَوْلَا دِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُ نْثَيَيْنِ ۚ فَاِ نْ كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۚ وَاِ نْ كَا نَتْ وَا حِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۗ وَلِاَ بَوَيْهِ لِكُلِّ وَا حِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ اِنْ كَا نَ لَهٗ وَلَدٌ ۚ فَاِ نْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗۤ اَبَوٰهُ فَلِاُ مِّهِ الثُّلُثُ ۗ فَاِ نْ كَا نَ لَهٗۤ اِخْوَةٌ فَلِاُ مِّهِ السُّدُسُ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ بِهَاۤ اَوْ دَيْنٍ ۗ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ ۚ لَا تَدْرُوْنَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَـكُمْ نَفْعًا ۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا yuushiikumullohu fiii aulaadikum liz-zakari mislu hazhzhil-ungsayaiin, fa ing kunna nisaaa-ang fauqosnataini fa lahunna sulusaa maa tarok, wa ing kaanat waahidatang fa lahan-nishf, wa li-abawaihi likulli waahidim min-humas-sudusu mimmaa taroka ing kaana lahuu walad, fa il lam yakul lahuu waladuw wa warisahuuu abawaahu fa li-ummihis-sulus, fa ing kaana lahuuu ikhwatung fa li-ummihis-sudusu mim ba’di washiyyatiy yuushii bihaaa au daiin, aabaaa-ukum wa abnaaa-ukum, laa tadruuna ayyuhum aqrobu lakum naf’aa, fariidhotam minalloh, innalloha kaana aliiman hakiimaa “Allah mensyariatkan mewajibkan kepadamu tentang pembagian warisan untuk anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia anak perempuan itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah harta yang ditinggalkan. Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia yang meninggal mempunyai anak. Jika dia yang meninggal tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya saja, maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia yang meninggal mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. Pembagian-pembagian tersebut di atas setelah dipenuhi wasiat yang dibuatnya atau dan setelah dibayar utangnya. Tentang orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” QS. An-Nisa’ 4 Ayat 11. “Pengertian Mad Thabi’i” Mad thabi’i يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf wawu mati setelah dlommah dan ya mati setelah kasrah. Panjang mad ashli yaitu 1 alif dua harakat. Tafkhim tebal, sebab Lam Jalalah didahului oleh dlommah lalu dibaca dengan panjang 1 alif. Mad jaiz munfasil فِيْۤ اَوْلَا دِكُمْ لِلذَّكَرِ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli mad thabi’i, yaitu huruf Ya mati setelah kasrah menghadapi huruf hamzah pada lain kata. Panjang mad jaiz munfashil antara 2-5 harakat. Haraf lin huruf lin, sebab huruf Wawu mati setelah fathah. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf lam. Cara membaca idzhar syafawi yaitu huruf mim mati dibaca jelas tidak dengung. Huruf Ra dibaca tarqiq tipis, sebab berharakat kasrah. Alif lam qomariyah مِثْلُ حَظِّ الْاُ نْثَيَيْنِ ۚ Tajwid pada kalimat diatas adalah Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf hamzah, tandanya ada sukun. Ikhfa Ausath pertengahan, sebab Nun mati menghadapi huruf tsa. Cara membaca ikhfa ausath adalah bacaan ikhfa dan ghunnahnya sama sedang. Mad Lin atau Mad Layin, sebab huruf Ya mati setelah fathah menghadapi huruf hidup lalu bacaannya diwaqafkan berhenti. Panjang Mad lin antara 2, 4 atau 6 harakat. “Hukum Ikhfa dan contohnya” Ikhfa ab’ad فَاِ نْ كُنَّ Tajwid pada kata diatas adalah Ikhfa Ab’ad paling jauh, sebab nun mati menghadapi huruf Kaf. Cara membaca Ikhfa Ab’ad yaitu huruf nun mati atau tanwin apabila menghadapi huruf Kaf atau Qaf, menghasilkan bunyi “NG”. Pada waktu mengucapkan Ikhfa Ab’ad, bacaan Ikhfa’nya lebih lama dari Ghunnahnya. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Cara membaca ghunnah yaitu huruf nun dibaca dengung ditahan antara 2-3 harakat. Haraf lin نِسَآءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad wajib muttashil, sebab mad thabi’i Alif mati setelah fathah menghadapi huruf hamzah dalam 1 kata. Panjang mad wajib muttashil adalah 5 harakat dua alif setengah. Ikhfa Ausath pertengahan, sebab Tanwin Fathah menghadapi huruf fa. Haraf lin huruf lin, sebab huruf Wawu dan Ya mati setelah fathah. “Hukum Bacaan Ra” Hukum bacaan ra فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۚ Tajwid pada kalimat diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Huruf Ra dibaca tafkhim tebal, sebab berharakat fathah. Hames وَاِ نْ كَا نَتْ Tajwid pada kata diatas adalah Ikhfa Ab’ad paling jauh, sebab nun mati menghadapi huruf Kaf. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Hames, sebab huruf Ta disukun, cara membaca Hams Hames yaitu keluar aliran udara dari mulut ketika membaca huruf Ta disukun. Alif lam syamsiyah وَا حِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Ikhfa Ausath pertengahan, sebab tanwin fathah menghadapi huruf fa. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf nun, tandanya ada tasydid. Cara membaca alif lam syamsiyah yaitu huruf lam diidghamkan dimasukkan kedalam huruf yang ada didepannya, jadi bunyi huruf lam tidak tampak. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. “Contoh Idgham bighunnah” Idgham bighunnah وَلِاَ بَوَيْهِ لِكُلِّ وَا حِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ Tajwid pada kalimat diatas adalah Haraf lin huruf lin, sebab huruf Ya mati setelah fathah. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin kasrah menghadapi huruf mim, lalu bacaannya didengungkan. Idzhar halqi, sebab nun mati menghadapi huruf Ha. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf sin, tandanya ada tasydid. Ghunnah مِمَّا Tajwid pada kata diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Mim ditasydid. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. تَرَكَ Tajwid pada kata diatas adalah Huruf Ra dibaca tafkhim tebal, sebab berharakat fathah. اِنْ كَا نَ Tajwid pada kata diatas adalah Ikhfa Ab’ad paling jauh, sebab nun mati menghadapi huruf Kaf. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Mad shilah qashirah لَهٗ Tajwid pada kata diatas adalah Mad shilah qashirah, sebab Ha dlomir berharakat dlommah terbalik dan tidak menghadapi huruf mad dan tidak disambung ke huruf didepannya. Huruf sebelumnya berharakat. Panjang mad shilah qashirah adalah 1 alif dua harakat. Qolqolah kubra وَلَدٌ ۚ Tajwid pada kata diatas adalah Qolqolah kubra bila waqaf, sebab huruf qolqolah yaitu sukun karena bacaannya diwaqafkan berhenti. Bila disambung tidak terjadi hukum qolqolah. “Contoh Idgham bila ghunnah” Idgham bila ghunnah فَاِ نْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Idgham bila ghunnah tidak dengung, sebab nun mati menghadapi huruf Lam. Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf ya. Mad shilah thawilah, sebab Ha dlomir berharakat dlommah terbalik menghadapi huruf mad tetapi tidak disambung ke huruf didepannya. Idgham bighunnah وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗۤ اَبَوٰهُ Tajwid pada kalimat diatas adalah Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin dlommah menghadapi huruf , lalu bacaannya didengungkan. Mad shilah thawilah, sebab Ha dlomir berharakat dlommah terbalik menghadapi huruf mad tetapi tidak disambung ke huruf didepannya. Huruf sebelumnya berharakat. Panjang mad shilah thawilah adalah 5 harakat. Mad ashli mad thabi’i, sebab fathah berdiri diatas huruf wawu. فَلِاُ مِّهِ الثُّلُثُ ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Mim ditasydid. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf tsa, tandanya ada tasydid. فَاِ نْ كَا نَ Tajwid pada kata diatas adalah Ikhfa Ab’ad paling jauh, sebab nun mati menghadapi huruf Kaf. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Mad shilah thawilah لَهٗۤ اِخْوَةٌ فَلِاُ مِّهِ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad shilah thawilah, sebab Ha dlomir berharakat dlommah terbalik menghadapi huruf mad tetapi tidak disambung ke huruf didepannya. Ikhfa Ausath pertengahan, sebab Tanwin Dlommah menghadapi huruf fa. Ikhfa Ausath pertengahan, sebab Tanwin Dlommah menghadapi huruf fa. السُّدُسُ Tajwid pada kata diatas adalah Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf sin, tandanya ada tasydid. “Contoh Iqlab” Iqlab مِنْۢ بَعْدِ Tajwid pada kata diatas adalah Iqlab, sebab nun mati menghadapi huruf Ba. Tandanya ada mim kecil, cara membaca Iqlab yaitu bunyi nun mati atau tanwin diganti menjadi mim lalu bacaannya didengungkan. وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ Tajwid pada kata diatas adalah Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin kasrah menghadapi huruf ya. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf wawu mati setelah dlommah dan ya mati setelah kasrah. Mad lin بِهَاۤ اَوْ دَيْنٍ ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli mad thabi’i, yaitu huruf Alif mati setelah fathah menghadapi huruf hamzah pada lain kata. Panjang mad jaiz munfashil antara 2-5 harakat. Haraf lin huruf lin, sebab huruf Wawu mati setelah fathah. Mad Lin atau Mad Layin, sebab huruf Ya mati setelah fathah menghadapi huruf hidup lalu bacaannya diwaqafkan berhenti. Panjang Mad lin antara 2, 4 atau 6 harakat. “Pengertian Mad Badal” Mad badal اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ ۚ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad badal, sebab berkumpulnya huruf Hamzah dengan huruf mad dalam satu kata Alif fathah berdiri, panjang mad badal yaitu 1 alif dua harakat. Mad wajib muttashil, sebab mad thabi’i Alif mati setelah fathah menghadapi huruf hamzah dalam 1 kata. Panjang mad wajib muttashil adalah 5 harakat dua alif setengah. Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf wawu. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu ba sukun asli. Qolqolah sughra لَا تَدْرُوْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah dan wawu mati setelah dlommah. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu dal sukun asli. اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَـكُمْ نَفْعًا ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf hamzah dan nun. Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu qaf sukun asli. Huruf Ra dibaca tafkhim tebal, sebab berharakat fathah. Mad iwad iwadl , sebab huruf alif tanwin fathah lalu bacaannya waqaf berhenti. Hukum lam Jalalah فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah. Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin fathah menghadapi huruf mim. Tafkhim tebal, sebab Lam Jalalah didahului oleh fathah lalu dibaca dengan panjang 1 alif. اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ Tajwid pada kata diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Tafkhim tebal, sebab Lam Jalalah didahului oleh fathah lalu dibaca dengan panjang 1 alif. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Mad iwad عَلِيْمًا حَكِيْمًا Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah. Idzhar halqi, sebab tanwin fathah menghadapi huruf ha. Mad iwad iwadl , sebab huruf alif tanwin fathah lalu bacaannya waqaf berhenti. Panjang mad iwadl yaitu 1 alif. Demikianlah analisa hukum tajwid surat An Nisa ayat 11 arab latin lengkap dengan arti dan analisanya, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID jzviTA2vizXva7-0axKzPz7WrmoCoVWnd1VLz4YD2_SNoMhBpel-eg==
Artikel kali ini akan membahas tuntas tentang hukum tajwid yang ada didalam surat an-nisa ayat 59, didalam surat ini terdapat 35 hukum tajwid yang harus difahami agar benar pada saat membacanya, nah dalam artikel ini pula akan dijelaskan penjelasannya termasuk hukum tajwid dari setiap huruf, kemungkinan dalam penjelasan nanti akan ada hukum yang berulang contohnya seperti mad thabi'i dan yang lainnya karena akan banyak sekali persamaan dalam setiap kalimat, dengan adanya pembahasan ini mudah-mudahan teman-teman dapat dengan mudah mempelajari ilmu tajwid sehingga dapat membaca ayat al-quran dengan sangat fasih. Sebenarnya tentang materi hukum tajwid ini saya sudah membuat artikelnya yang saya satukan dalam satu pembahasan, jadi dalam artikel tersebut dikhususkan untuk belajar ilmu tajwid, jadi tidak satuan per huruf seperti ini, karena akan sangat sulit sekali untuk memahaminya, jika berminat untuk belajar ilmu hukum tajwid silahkan kunjungi laman tersebut. Nah berikut ini adalah hukum tajwid yang ada pada surat an-nisa ayat 59, semoga teman-teman dapat dengan mudah memahami apa yang saya jelaskan disini ya, karena dalam study kasus belajar ilmu tajwid itu butuh kesabaran dan ketelatenan, berikut pembahasannya kita simak bersama-sama. Surat an-nisa ayat 59 ARTINYA WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! TA'ATILAH ALLAH DAN TA'ATILAH RASUL MUHAMMAD, DAN ULIL AMRI PEMEGANG KEKUASAAN DIANTARA KAMU. KEMUDIAN, JIKA KAMU BERBEDA PENDAPAT TENTANG SESUATU, MAKA KEMBALIKANLAH KEPADA ALLAH AL-QURAN DAN RASUL SUNNAHNYA, JIKA KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN. YANG DEMIKIAN ITU, LEBIH UTAMA BAGIMU DAN LEBIH BAIK AKIBATNYA. HUKUM TAJWID SURAT ANNISA AYAT 59 1. Mad jaid munfasil Kenapa disebut mad jaid munfasil? Karena mad thabi'i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat. 2. Alif lam syamsiah Alasannya adalah karena alif elam bertemu dengan huruf syamsiah cara membacanya alif elam di masukan ke huruf syamsiah dimasukan. 3. Mad thabi'i Yaitu ya mati sukun sesudah huruf yang berbaris kasrah panjangnya dibaca 2 harakat. 4. Mad badal Yaitu mad yang huruf pertamanya hamzah yang memakai tanda MAD vertikal berdiri, atau horizontal tertidur, atau berbaris dhomah terbalik, kadang-kadang tidak berbaris vertikal atau horizontal, dan baris vertikal atau horizontal atau dhamah terbalik itu jadi pengganti dari hamzah, panjangnya 2 harakat. 5. Mad jaid munfasil Yaitu mad thabi'i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat. 6. Mad thabi'i Yaitu ya mati sukun sesudah huruf yang berbaris kasrah panjangnya dibaca 2 harakat. 7. Lafadz allah Hukumnya lafadz allah dibaca tafhim karena sebelumbya ada baris dhamah. 8. Mad thabi'i Yaitu ya mati sukun sesudah huruf yang berbaris kasrah panjangnya dibaca 2 harakat. 9. Alif lam syamsiah Alasannya adalah karena alif elam bertemu dengan huruf syamsiah cara membacanya alif elam di idghamkan ke huruf syamsiah. 10. Mad thabi'i Yaitu wau mati sukun sesudah baris dhamah / di iringi baris dhamah sebelumnya, panjangnya dibacanya 2 harakat. 11. Alif elam komariyyah Yaitu alif elam bertemu dengan huruf komariyyah, dibacanya di idzharkan dibacanya jelas. 12. Idzhar syafawy Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ra, penjelasannya mim mati dibaca idzhar syafawiy jika mim mati bertemu huruf ra. 13. Ikhfa Yaitu nun mati bertemu huruf kaf, dibaca dengung, cara membacanya yaitu suara nun mati atau tanwin di baca samar antara "N" dan suara huruf yang ada di depannya. 14. Terdapat waqaf jim Artinya boleh wakaf berhenti, boleh washal lanjut. 15. Ikhfa Yaitu nun mati bertemu dengan ta, dibaca dengung. 16. Mad thabi"i Yaitu mad thabi'i, karena hamzah mati sesudah huruf yang berbaris fatah, panjang dibacanya yaitu 2 harakat. 17. Idzhar syafawy Yaitu mim mati bertemu dengan huruf fa, penjelasannya mim mati dibaca idzhar syafawy jika mim mati bertemu huruf fa. 18. Mad thabi'i Yaitu ya mati sukun sesudah huruf yang berbaris kasrah panjangnya dibaca 2 harakat. 19. Ikhfa Yaitu tanwin bertemu dengan huruf fa, dibaca ditahan dengan dengung. 20. Mad thabi'i Yaitu wau mati sukun sesudah baris dhamah / di iringi baris dhamah sebelumnya, panjangnya dibacanya 2 harakat. 21. Lafadz allah Yaitu lafadz allah di baca tafhim karena sebelumnya ada baris fatah dan tafhim artinya tebal. 22. Alif elam syamsiah Alasannya karena alif elam bertemu dengan huruf syamsiah cara membacanya alif elam di masukan ke huruf syamsiah. 23. Mad thabi'i Yaitu wau mati sukun sesudah baris dhamah / di iringi baris dhamah sebelumnya, panjangnya dibacanya 2 harakat. 24. Ikhfa Yaitu nun mati betemu dengan huruf kaf, cara membacanya yaitu dibaca dengan dengung. 25. Ikhfa Yaitu nun mati betemu dengan huruf ta, cara membacanya yaitu dibaca dengan dengung. 26. Idzhar Di baca idzhar jelas, yaitu mim mati bertemu dengan huruf ta. 27. Mad thabi'i Yaitu wau mati sukun sesudah baris dhamah / di iringi baris dhamah sebelumnya, panjangnya dibacanya 2 harakat. 28. Lafadz allah Lafadz allah dibaca tarqiq karena sebelumnya ada baris kasrah, tarqiq dibaca tipis. 29. Alif elam komariyyah Yaitu alif elam bertemu dengan huruf komariyyah, dibacanya di idzharkan dibacanya jelas. 30. Alif elam komariyyah Yaitu alif elam bertemu dengan huruf komariyyah, dibacanya di idzharkan dibacanya jelas. 31. Mad badal Yaitu mad yang huruf pertamanya hamzah yang memakai tanda MAD vertikal berdiri, atau horizontal tertidur, atau berbaris dhomah terbalik, kadang-kadang tidak berbaris vertikal atau horizontal, dan baris vertikal atau horizontal atau dhamah terbalik itu jadi pengganti dari hamzah, panjangnya 2 harakat. 32. Waqaf Qaf elam ya Yaitu Alwaqfu aula, artinya lebih baik waqaf berhenti, daripada wasal lanjut. 33. Mad thabi'i Yaitu dzal bertemu dengan alif yang dibuang, tanda fatah yang vertikal berdiri itu menunjukan adanya alif, panjangnya 2 harakat. 34. Idgham bigunah Yaitu tanwin bertemu dengan huruf wau, cara membacanya idgham memakai ghunah mendengung ke hidung, penjelasannya suara nun mati atau tanwin menghilang dimasukan kepada huruf yang ada di depannya huruf idgham. 35. Mad thabi'i Yaitu ya mati sukun sesudah huruf yang berbaris kasrah panjangnya dibaca 2 harakat. 36. Mad iwad Yaitu kalimat yang di beri baris tanwin fatah di waqafkan, panjangnya 2 harakat. 37. Ain Tanda ruku akhir surat. Baca juga pembahasan Doa qunut imam lengkap dengan artinya PENJELASAN 1. Alif elam syamsiah Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiah Alif elam syamsiah 2. Alif elam komariah Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena komariyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara "L" seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas. Alif elam komariah Nah itulah pembahasan tentang hukum tajwid dari surat an-nisa ayat 59, semoga teman-teman dapat memahaminya ya, jika teman-teman merasa masih ada yang bingung tentang mempelajari hukum tajwid ini silahkan bertanya kepada kami, atau teman-teman mau belajar hukum tajwid secara keseluruhan silahakan kunjungi tautan berikut, di halaman tersebut sudah kami terangkan hukum tajwidnya lengkap dengan sangat jelas.